Rabu, 24 April 2019

Hakikat Media Pembelajaran

Hakikat Media Pembelajaran

A. Hakikat, fungsi, dan Peranan Media Pembelajaran

             Menurut Rusman( 2013 : 159 ) Media adalah teknologi pembawa pesan yang dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Media adalah salah satu alat komunikasi dalam menyampaikana pesan tentunya sangat bermanfaat jika diimplementasikan ke dalam proses pembelajaran tersebut disebut sebagai media pembelajaran. 
         
         Menurut priansa ( 2017 : 131) fungsi media pembelajaran   dari kelebihan yang dimiliki oleh media pembelajaran. 
                a. Kemampuan fiksatif, 
  Adalah kemampuan media untuk  menangkap,menyimpan, dan menampilkan kembali suatu objek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, objek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian dapat disimpan, dan pada saat dibutuhkan dapat digunakan kembali
b. Kemampuan manipulatif, 
   adalah kemampuan media untuk dimanipulasi sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan pembelajaran.
c.  Kemampuan distributif, 
   adalah kemampuan media dalam menjangkau target audiens (peserta didik) yang besar jumlahnya dalam satu kali penggunaan. Misalnya memanfaatkan siaran TV.

      Peranan Media menurut Djamarah  (2010: 121-122) adalah 
1) Media sebagai Alat Bantu, setiap materi pelajaran memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi agar suatu bahan pelajaran yang rumit atau kompleks dapat   dimengerti oleh peserta didik maka diperlukan alat bantu berupa media demi tercapainya tujuan pengajaran. 
2)  Media sebagai sumber belajar, yaitu media termasuk salah satu sumber belajar ikut membantu guru memperkaya wawasan anak didik. 

B.     Jenis dan Karakteristik Media Pembelajaran
 
Menurut Djamarah (2010: 124-126) Media pembelajaran pada:
1.      Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam;
a.     Media Visual, Merupakan media yang hanya dapat dlihat dengan menggunakan indera penglihatan. Jenis media inilah yang sering digunakan oleh guru-guru sekolah dasar untuk membantu menyampaikan isi atau materi pembelajaran. misalnya menampilkan gambar diam seperti film strip (film rangkai), slides foto, dan lukisan.
b.    Media Audio, Merupakan media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar. Seperti Kaset Suara, CD Audio dan Program Radio.
c.    Media Audio Visual, Merupakan media yang kombinasi audio dan visual atau disebut media pandang dengar. Dalam hal ini guru tidak selalu punya peran sebagai penyaji materi, tetapi penyajian materi bisa diganti oleh media audio visual dan peran guru beralih menjadi fasilitator belajar. Contoh dari media audio visual yaitu: Program video/televisi pendidikan, Video/televisi instruksional, Program slide suara dan Program CD interaktif.

2.      Dilihat dari liputnya, dibagi dalam;
a.   Media dengan daya liput luas dan serentak, yaitu penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Contohnya radio dan televisi.
b.    Media dengan alat liput yang terbatas oleh ruang dan tempat, yaitu media yang penggunaannya membeutuhkn ruang dan tempat yang khusus, seperti film.
c. Media untuk pengajaran individual, yaitu media yang penggunaannya hanya untuk seorang diri.

3.      Dilihat dari bahan pembuatannya, dibagi dalam;
a.       media sederhana, yaitu bahan dasrnya mudah diperoleh dan ekonomis, cara pembuatannya mudah dan penggunaannya tidak sulit.
b.      Media kompleks, adalah bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal, sulit membuatnya dan pengunaannya memerlukan keterampilan yang memadai.

C.    Pemilihan Penggunaan, Perawatan Media Pembelajaran Sederhana
1.      Pemilihan Media Pembelajaran, 

a.    Tujuan Pemilihan Media Pembelajaran, Dalam hal ini harus ada tujuaan pemilihan media pembelajaran yang jelas.
b.      Karakteristik Media Pembelajaran, Setiap media pembelajaran memiki karakterisitk tertentu, baik dilihat dari segi kendalanya, cara pembuatannya maupun cara penggunannya.
c.     Alternatif Media Pembelajaran yang dapat Dipilih, Memilih media pada dasarnya merupakan proses mengambil atau menentukan keputusan dari berbagai bahan pilihan yang ada.

2.      Penggunaan Media Pembelajaran
    Penggunaan Media Grafis, yaitu Cara menggunakan grafis, Cara menggunakan bagan dan diagram, Cara menggunakan poster dan Cara menggunakan kartun.     Penggunanaan Media Tiga Dimensi.

3.      Pemeliharaan media Pembelajaran
a. Dalam media grafis cara perawatannya yaitu dengan tidak menyimpannya  tidak digulung atau dilipat.
b.   Diupayakan dengan pembuatan display atau papan penyajian.
c. Sediakan ruang tertentu untuk penyimpanan berbagai media pembelajaran.

D.    Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Belajar
Sumber belajar yaitu sebagai segala hal di luar diri anak didik yang memungkinkannya untuk belajar, dapat  berupa pesan, orang, bahan, alat teknik dan lingkungan. Pembelajaran yang sedang dikembangkan sekarang adalah pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang dikenal dengan pembelajaran konteksual.

Manfaat lingkungan sebagai sumber belajar sebagai berikut:
  siswa mendapatkan informasi berdasarkan pengalaman langsung,siswa mudah mencapai sasaran pembelajaran yang telah ditetapkan,siswa mengenal dan mencintai lingkungan yang pada akhirnya   mengagumi penciptanya,  Membuat pelajaran lebih konkrit.



Daftar Pustaka
    Rusman. 2013. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. Jakarta: Alfabetta.
      Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
      Priansa, Juni Donni. 2017. Pengembangan Strategi dan Model Pembelajaran. Bandung: Pustaka Setia.

Rabu, 10 April 2019

Pemilihan Metode Mengajar

Pemilihan Metode Mengajar

A. Hakikat dan Faktor- Faktor dalam Pemilihan Metode Mengajar

1. Hakikat Metode Mengajar Dalam Pembelajaran 

     Anitah Sry ( 2007 : 5.4 ) Metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun dalam upaya membentuk kemampuan siswa diperlukan adanya suatu metode atau cara yang efektif. Penggunaaan metode mengajar harus dapat menciptakan terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa maupun ntara siswa dengan guru sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal.
   Dapat ditarik kesimpulan yaitu   Metode mengajar dalam pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran karena untuk lancaranya tujuan pembelajaran, seorang guru harus mengutamakan melakukan tindakan dengan caranya membelajarkan siswa supaya efektif dalam proses pembelajaran.
 
2.  Faktor- Faktor  yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemilihan Metode Mengajar 
  Yaitu faktor tujuan pembelajaran, Karakteristik bahan Pelajaran, Waktu yang digunakan, faktor siswa dam media dan sumber belajar.

B. Jenis-Jenis Metode Mengajar
 
  1. Metode ceramah merupakan suatu cara penyajian bahan atau penyampaian bahan pelajaran secara lisan dari guru.
  2. Metode Diskusi ini sering diguanakan dalam pembelajaran kelompok atau kerja yang didalamanya melibatkan beberapa orang siswa untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas permasalahan.
  3. Metode Simulasi merupakan metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran kelompok.
  4. Metode Demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi. ( Sanjaya wina 2006 : 152 ).
  5. Metode Eksperiment merupakan metode mengajar yang dalam pembahasan materinya melalui percobaan atau mencobakan sesuatu serta mengamati secara proses. eksperimen dimaksudkan bahwa guru dan siswa mencaoba mengerjakan sesuatu serta mengamati proses dan hasil pekerjaannya. Setelah eksperimen selesai siswa ditugaskan untuk membandingkan dengan hasil eksperimen yang lain, mendiskusikan bila ada perbedaan dan kekeliruan.
  6. Metode Pemecahan Masalah merupakan salah satu cara yang harus banyak digunakan dalam pembelajaramn karena metode pemecahan masalah merupakan metode mengajar yang banyak mengembangkan kemampuan berfikir tingkat tinggi.
 C. Hubungan Pengalaman Belajar dengan Metode Menggajar

     Pertama- tama dalam mengidentifikasikan hubungan pengalaman belajar dengan metode mengakar kita perlu mengingat kembali beberapa hakikat belajar itu sendiri.
  1. Belajar pada hakikatnya merupakan suatu proses atau aktivitas siswa dikatakan belajar kalau terdapat aktivitas pada  dirinya, baik secara fisik, mental, maupun perasaan.
  2. Hasil belajar yang diharapkan berupa perubahan-perubahan perilaku siswa, baik aspek pengetahuan, sikap maupun keterampilan.
  3. Pengalaman yang terjadi dalam belajar ditekankan pada interaksi antara siswa dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik atau alam maupun lingkunan sosial. 
   Jadi dapat ditarik kesimpulan hubungan pengalaman belajar denagan metode mengajar yaitu suatu proses siswa dikatakan belajar kalau ada aktifitas pada diri anak tersebut baik secara fisik, mental dan perasaannya dan berupa pengetahuan dan keterampilan yang ada didalam diri siswa tersebut. Proses perubahan tersebut terjadi karena adanya interaksi antar siswa denagn lingkungan sehingga akan membentuk pengalaman belajar. 


Daftar Rujukan
 
Sry Anitah . 2007. Strategi Pembelajaran di SD. Tanggerang Selatan: Universitas Terbuka.
Wina Sanjaya. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Gruop.


Selasa, 02 April 2019

Prosedur Pembelajaran

 A. Kegiatan Pra Pembelajaran dan Kegiatan Awal Pembelajaran

 a. Kegiatan Pra Pembelajaran

      Anitah Sry ( 2007 : 4.3 ) menyatakan bahwa proses pembelajaran akan berhasil dengan baik apabila, guru dapat mengkondisikan kegitan belajar secara efektif. Kondisi belajar tersebut harus dimulai dari tahap pembelajararan. Kegiatan pra pembelajaran atau disebut juga kegiatan prainstruksional adalah kegiatan pendahuluan pembelajaran yang diarahkan untuk menyiapkan siswa mengikuti pelajaran. Kegiatan pra pembelajaran biasanya bersifat umum dan tidak berkaitan langsung dengan kompetensi atau materi yang akan dibahas dalam kegitanan inti pembelajaran.

     Upaya yang dapat dilakukan guru pada tahap pra pembelajaran sebagai berikut:
  1. Menciptakan Sikap dan Suasana Kelas yang Menarik yaitu  kondisi belajar dapat dipengaruhi oleh sikap guru di depan kelas. Guru harus memperliahatkan sikap yang menyenangkan supaya siswa tidak merasa tegang, kaku, bahkan takut mengikuti pembelajaran. Kondisi yang menyenangkan ini harus diciptakan mulai dari awal pembelajaran sehingga siswa akan mampu melakukan aktivitas belajar dengan penuh percaya diri tanpa ada tekanan yang dapat menghambat aktivitasnya.
  2. Memeriksa Kehadiran Siswa yaitu kegiatan yang dilakukkan guru pada jam pertama pembelajaran adalah mengecek kehadiran siswa. Untuk meghemat waktu dalam mengecek kehadiran siswa, dengan mengecek kehadiran, secara tidak langsung guru telah memberikan motivasi terhadap siswa, disiplin dalam mengikuti pembelajaran.
  3. Menciptakan Kesiapan Belajar Siswa merupakan salah satu prinsip belajar yang sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, guru perlu membantu mengembangkan kesiapan belajar dan menumbuhkan semangat siswa dalam belajar.
  4. Menciptakan Suasana Belajar yang Demokratis  yaitu menciptakan suasana belajar yang demokratis daapat dikondisikan melaului pendekatan proses belajar Cara Belajar Siswa Aktif. Untuk menciptakan suasana belajar yang demokratis guru harus membimbing siswa agar berani menjawab, berani bertanya, berani mengeluarkan ide. 
 b. Kegiatan Awal Pembelajaran

  1. Menimbulkan Motivasi dan Perhatian Siswa, membangkitakan motivasi dan perhatian siswa merupakan kegitanan yang perlu dilaksanakan pada setiap tahapan kegiatan pembelajaran. Khususnya pada tahap awal pembelajaran siswa perlu difokuskan perhatiannya pada materi yang akan dibahas.
  2. Memberi acuan , memberi acuan dapat diartikan sebagai upaya guru dalam menyampaikan secara spesifik dan singkat gambaran umum tentang hal yang akan dipelajari dan kegitan yang akan ditempuh selama pembelajaran berlangsung. Kegiatan guru dalam memberikan acuan sebagi berikut: memberitahukan kemampuan yang diharapkan atau materi yang akan dipelajari.
  3. Membuat kaitan, kegiatan pembelajaran kaitan pada awaln pembelajaran biasanya dikenal dengan melakukan apersepsi. Cara guru dalam membuat kaitan: mengajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya, menunjukkan manfaat materi yang dipelajari, meminta siswa menggemukakan pengalaman yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas.
  4. Melaksanakan Tes Awal
     Tes awal atau pre-test dilaksanakan untuk mengukur dan mengetahui sejauh mana materi atau bahan pelajaran yang akan dipelajari sudah dikuasai oleh siswa. Tes awal dapat dilakukan dengan cara lisan yang ditujukan pada beberapa siswa yang dianggap mewaakili siswa.

      Hal yang harus dilkukan guru dalam melaksanakan kegitan awal pembelajaran sebagai berikut: 
  1. Memahami kemampuan siswa.
  2. Dapat membangkitkan perhatian siswa sehinnga perhatian siswaterpusat pada pelajaran yang akan diikutinya.
  3. Dapat memberikan bimbingan belajar secara kelompok maupun individu.
  4. Dapat menciptakan interaksi edukatif yang efektif sehingga siswa merasakan adanya suasana belajar yang aman dan menyenangkan.
  5. Memberikan penguatan pada siswa.
  6. Menanamkan sikap disiplin pada siswa.

B.  Kegiatan Inti Dalam Pembelajaran

     Rusman ( 2017 : 21 ) Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan, yanag dilakukan secara interaktif , inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik untuk secara aktif menjadi pencari informasi, serta memberikan ruang yang cukup, kretifitas dan kemandirian sesuai denagan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
    Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan denagan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang meliputi proses observasi, menanya, menggumpulkan informasi, dan komunikasi.
   Untuk pembelajaran yang berkenaan dengan KD yanng bersifat prosedure untuk melakukan sesuatu, guru memfasilitasi agar peserta didik dapat melakukan pengamatan terhadap pemodelan atau demonstrasi oleh guru , peserta didik harus menirukan selanjutnya guru melakukakn pengecejekan dan pemberian umpan balik dan latihan lanjutan kepada peserta didik.

   Contoh kegiatan belajar:
  1. Mengamati, guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih siswa untuk memperhatikan ( melihat, membaca, mendengar ) hal yang penting dari suatu benda dan objek.
  2. Menanya, dalam kegiatan mengamati, guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat.
  3. Mengumpulkan dan mengasosiasikan, tindak lanjut dari bertanya adalah menggalai dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara. Untuk itu, peserta didik dapat membaca buku yang lebih banyak. Dari kegitan tersebut terkumpul sejumlah informasi , informasi tersebut menjadi dasar bagi kegitan berikutnya yaitu memproses informasi dengan infoermasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan.
  4. Mengkomunikasikan Hasil, kegiatan berikutnya alah menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola. Hasil tersebut disampaikan dikelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar peserta didik.  
C. Kegiatan Penutup
    
   Rusman (  2012 : 13 ) menyatakan bahwa dalam kegiatan penutup, guru harus memperhatikan hal-hal berikut :
  1. Bersama-sama dengan peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman ataukesimpulan pelajaran.
  2. Melakukan penilaian atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram.
  3. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
  4. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan memberikan tugas , baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.
  5. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

Daftar Rujukan

Rusman. 2012. Model-model Pembelajaran. Jakarta : Rajawali Press.

Rusman. 2017. Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta :               Kencana.

Sry Anitah. 2007. Strategi Pembelajaran di SD. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka.